TIPS MENGATASI PENULISAN ARTIKEL TANPA PLAGIARISME
Della Kurnia Fauziah
STr keperawatan lawang tingkat 1
della.fauziah13@gmail.com
Setiap pelajar dalam proses belajar mengajar tidak lepas dari tugas yaitu salah satunya membuat artikel, karya tulis ilmiah dan makalah. Dalam pembuatan artikel karya tulis ilmiah dan makalah tidak lepas dari plagiarisme maka dari itu perlu adannya penjelasan tentang plagiarisme terhadap pelajar. Menurut Harliansyah (2017), plagiat adalah suatu perbuatan yang secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperolehnya atau mencoba memperoleh kredit suatu karya ilmiah, dengan cara mengutip sebagian atau seluruh karya maupun karya tulis ilmiah orang lain, tanpa ingin menyatakan sumber yang tepat dan memadai sesuai dengan penggunaan karya orang atau pihak lain yang memiliki suatu karya tulisan tersebut tanpa mau menyertakan pemilik atau penulis suatu karya tulis ilmiah maupun pemilik suatu karya jurnal.
Kiat menulis artikel tanpa plagiat yaitu dengan cara pertama sisipkan kata tugas atau suatu kata hubung yang dapat menghubungkan suatu kalimat. Untuk dapat menghasilkan suatu judul yang efektif, maka jangan terlalu mudah menggunakan suatu studi kasus jika memang bukan merupakan kasus. Dan pertimbangkan juga dalam mencantumkan lokasi suatu penelitian jika memang lokasi itu hanya sekedar lokasi karena akan sangat bisa membatasi implikasi suatu temuan menurut Rokhman & Taufiqur (dalam slameto, 2016:49).
Wibowo (2012), untuk memperkecil kemungkinan terjadinya plagiarisme antara lain secara umum dilakukan dengan cara menghargai karya orang lain, melakukan suatu parafrasa, bantuan piranti lunak, dan bertanya pada saat ingin mendapatkan pengarahan. Mengambil atau memakai karya orang lain dengan baik dan benar harus dengan cara menulis setiap tulisan dalam bentuk kalimat maupun paragraph yang di kutip harus selalu ditulis sumber informasi dan penulisnya. Menulis rujukan dilakukan dengan menempatkan bagian-bagian yang dirujuk dengan ditulis miring. Jika menggunakan ide orang lain maka, sumber ide harus dicantumkan dan digunakan dengan sesuai dan relevan dengan karya yang ditulis. Hal tersebut dapat mempermudah pembaca mengaitkan nalar penulis dengan sumber ide yang sudah dikutip.
Untuk mencegah plagiarisme seorang penulis yang baik harus pandai dan terampil dalam melakukan teknik membuat paraphrase dan juga teknik pengutipan. Membuat paraphrase merupakan suatu pendapat orang lain dengan menggunakan kalimat kita sendiri yang berbeda dengan aslinya akan tetapi dalam isinya tulisan tetap sama dengan tulisan yang aslinya. Hasil dari paraphrase adalah suatu paragraf yang versi kita mengenai informasi dan ide orang lain yang demikian disajikan dalam suatu bentuk yang berbeda. (Suganda, 2006).
Menurut Widyartono (2012), orang yang mengambil suatu karangan orang lain kemudian disiarkan sebagai karangan sendiri disebut dengan plagiator. Oleh karena itu jika ingin mengkutip karangan orang lain sebaiknya sertakan pemilik karya tulis tertsebut supaya tidak disebut sebagai plagiator dan supaya bisa menghargai karya orang lain.
Daftar Rujukan
Harliansyah, F. 2017. Plagiarism dalam Karya atau Publikasi Ilmiah dan Langkah Strategis Pencegahannya. Malang: Libria Vol. 9,No. 1:103-114.
Slameto. 2016. Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Kelas. Scholaria: jurnal pendidikan dan kebudayaan Vol. 6,No. 2:46-57.
Suganda, T. 2006. Perihal plagiarisme dalam artikel ilmiah. Bandung: Agrikultural Vol. 17,No. 3:161-164.
Wibowo, A. 2012. Mencegah dan Menanggulangi Plagiarisme di Dunia Pendidikan. Jakarta: Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 6,No. 5:195-200.
Widyartono, D. 2012. Plagiat. (Daring). http://didin.lecture.ub.ac.id/keterampilan-menulis/plagiat#more-7476 , diakses 8 oktober 2018.
Komentar
Posting Komentar